Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2012

Satu planet dengan dua matahari

Planet Kepler-16b


Para ahli memperkirakan planet baru itu tidak dapat didiami seperti Bumi.
Sebuah planet memiliki orbit yang mengelilingi dua matahari ditemukan oleh teleskop kepler milik Nasa, seperti disampaikan agen angkasa AS.
Planet itu mirip dengan planet Tatooine di film Star Wars, tetapi ilmuwan mengatakan tidak ada seorangpun disana dan tidak mungkin dapat hidup disana.
Planet yang dinamai Kepler-16b, yang berjarak sekitar 200 cahaya dari Bumi, diperkirakan tidak dapat didiami karena berupa gas besar yang dingin seperti Saturnus. Para ilmuwan baru memastikan adanya planet dengan dua bintang, meski sebelumnya telah mendeteksinya.
Dengan memiliki dua bintang, artinya Kepler-16b memiliki dua matahari terbenam, kata para ahli.
Ukuran dua Matahari Kepler-16b, lebih kecil dibandingkan dengan Bumi, yaitu sekitar 69% dan 20% dari Matahari, dengan suhu dipermukaan mencapai - 73 sampai -101 C.

Orbit dua matahari

Orbit planet dengan dua matahari berotasi masing-masing setiap 229 hari- sama dengan orbit matahari Venus.
Planet baru ini memiliki dua matahari terbenam.
Teleskop Kepler diluncurkan pada 2009, dan dirancang untuk menjelajah galaxi Bimasakti untuk mencari planet yang menyerupai Bumi.
Alan Boss dari Institut Sains Carnegie mengatakan "Ini merupakan pengukuran yang sangat mengagetkan oleh Kepler."
"Ini merupakan sesuatu yang menarik, ada planet yang memiliki orbit mengelilingi dua matahari," kata dia.
Kepler menemukan bintang yang cahayanya suram, yang artinya orbit planet itu berada diantara bintang dan teleskop.
Ilmuwan Nasa melihat lubang di cahaya kedua bintang secara bergantian pada waktu yang tetap.
Penemuan ini, dipublikasikan dalam jurnal sains Jumat ini.

Diambil dari : BBC Indonesia

Gambar terbaru Nasa mengungkap sungai Mars

mars river


Sulur-sulur di Mars ini diduga sebagai sungai yang mengandung air mengalir.
Gambar terbaru dari rangkaian pegunungan di Mars mungkin menjadi bukti terbaik atas keberadaan air di planet tersebut.
Temuan ini dimuat dalam laporan Jurnal Sains, yang dibuat oleh riset bersama AS dan Swiss.
Rangkaian gambar yang diambil dari satelit pemantau Mars Reconnaissance Orbiter menunjukan banyak ''sulur'' gelap dengan lebar beberapa meter.
Sulur ini keluar dari bebatuan dan mengalir ratusan meter kebawah.
Sulur tersebut terlihat di sisi bukit yang disinari matahari musim panas, mengalir melintasi sejumah halangan dan kadang menyebar, tetapi ketika musim dingin tiba, sulur itu menghilang.
Hal ini diperkirakan karena mereka terbuat dari lumpur yang mencair, kata para peneliti.
"Sulit untuk dibayangkan mereka dibentuk dari hal lain selain benda cair yang meluncur dari lereng,'' kata Richard Zurek seorang ilmuwan dari Laboratorium NASA.
''Mereka muncul dalam keadaan terlalu dingin untuk air segar.''

Air asin

"Penjelasan terbaik dari observasi ini adalah aliran air asin, meski riset ini tidak membuktikan hal itu,'' kata Professor Alfred McEwen, dari Universitas Arizona, selaku ketua penulis laporan ini.
"Sulur-sulur misterius itu kemungkinan bisa menjadi tempat terbaik bagi kehidupan makhluk Mars"
Prof. McEwen
Kadar garam merendahkan suhu yang membekukan air, dan air yang sama asinnya dengan lautan di Bumi bisa saja ada di lokasi Mars ini di musim panas.
"Ini bisa menjadi air yang mengalir pertama,'' kata Professor McEwen.
Laporan ini juga memberi implikasi terhadap pencarian kehidupan makhluk ruang angkasa.
"Air adalah sumber kehidupan, dan kami menemukan kehidupan di setiap ceruk yang lembab di bumi,'' kata Dr Lewis Dartnell, penerliti Universitas College London, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
"Jadi mungkin di sana ada mikroba yang hidup di masa musim panas yang diisi oleh lelehan air di permukaan gurun Mars.''
Penemuan ini juga mendapat tanggapan dari Professor Shiladitya DasSarma dari Universitas Maryland, "Hasil penelitian tersebut selaras dengan dugaan keberadaan danau-danau air asin di bawah permukaan Mars.''
"Ini adalah sebuah kemungkinan yang menarik bagi kami yang meneliti Halophilic mikroba-mikro organisme- di Bumi, sejak terbuka kemungkinan kalau mikro organisme serupa mungkin juga hidup di planet tetangga kita,'' katanya.
Ahli geologi, Joe Levy dari Universitas Portland, yang juga tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan kalau riset itu mewakili ''sebuah target astrobiologis yang sulit''.
Sulur-sulur misterius itu kemungkinan bisa menjadi tempat terbaik bagi kehidupan makhluk Mars.
Professor McEwen mengatakan "untuk kehidupan saat ini, tempat itu merupakan lokasi yang paling memungkinkan''.

Sumber : BBC indonesia

Dicari sukarelawan pemburu planet

Planet hunters


Dalam situs planet hunters masyarakat bisa ikut mencari planet baru.
Masyarakat umum kini bisa mendaftarkan diri dan bergabung menjadi pemburu planet baru yang bisa mendukung kehidupan selayaknya Planet Bumi.
Bagi masyarakat yang ingin bergabung bisa mengunjungi situs planethunters untuk melihat foto 150.000 bintang yang diambil oleh teleskop luar angkasa Keppler.
Selama ini foto ratusan ribu bintang itu hanya bisa diakses lewat komputer milik para astronom.
Mereka akan diberi petunjuk dan beberapa tanda yang menunjukkan keberadaan sebuah planet dan bagaimana cara memberitahu para astronom jika menemukan sebuah planet.
"Kami memahami bahwa masyarakat akan menemukan planet yang terlewatkan komputer," kata Chris Lintott dari Universitas Oxford.
"Saat manusia memeriksa data, kami yakin mereka akan menemukan planet yang justru terlewatkan komputer," tambah dia.
Teleskop angkasa luar Keppler diluncurkan pada 2009 dan telah memeriksa bagian angkasa yang diduga memiliki bintang seperti matahari kita.
Salah satu momen bersejarah adalah penemuan Keppler 22b yaitu sebuah planet yang memiliki ukuran dan suhu seperti Bumi.
Namun jarak planet ini cukup jauh yaitu sekitar 600 tahun cahaya.

Pemeriksaan nama

"Kami sangat yakin banyak planet di angkasa yang menunggu untuk ditemukan."
Chris Lilntott
Sebanyak sembilan bulan data teleskop Keppler telah diunduh ke dalam situs planethunters pada Senin (16/1).
"Pada Rabu nanti kami harap sudah mendapatkan sejumlah penemuan menarik," kata Lintott.
"Kami sangat yakin banyak planet di angkasa yang menunggu untuk ditemukan," tegasnya.
Lalu apa imbalannya bagi penemu planet baru?
Siapapun yang menemukan planet baru yang dianggap cukup signifikan maka mereka akan dihargai sebagai penemu dan nama si penemu akan terus muncul dalam berbagai tulisan ilmiah tentang penemuan itu.
Sejak tim ilmuwan dari Uniiversitas Yale dan Oxford membuka situs ini untuk umum setahun lalu sudah beberapa planet yang ditemukan masyarakat awam.
Sayangnya, planet baru yang ditemukan seorang sukarelawan tak bisa diberi nama sesuai penemunya itu. Sebab, nama planet ditentukan dari nama bintang tempat mereka mengorbit.

Sumber : detiknews

Ilmuwan Temukan Planet Sebesar Bumi

BBCIndonesia.com - detikNews

Rabu, 21/12/2011 10:10 WIB

planet


Planet seukuran bumi ditemukan

Para ahli astronomi mendeteksi dua planet berukuran sebesar bumi yang mengelilingi bintang serupa dengan matahari kita.

Tim peneliti mengatakan, dulu planet-planet tersebut kemungkinan bisa ditinggali mahluk hidup dan mereka memiliki kondisi yang sama dengan planet bumi.

Mereka menggambarkan temuan itu sebagai kelompok planet terpenting yang pernah ditemukan di luar sistem tata surya bumi.

Rincian hasil penelitian diulas di jurnal Nature.

Dr. Francois Fressin, dari Pusat Kajian Astrofisika Harvard-Smithsonian di Cambridge, AS, yang memimpin penelitian, mengatakan temuan tersebut adalah awal sebuah "era baru" ditemukannya lebih banyak planet yang sama dengan planet kita.

Kedua planet itu saat ini dianggap terlalu panas untuk mendukung sebuah bentuk kehidupan.

Namun menurut Dr Fressin, dahulu planet-planet tersebut terletak jauh dari bintang mereka dan memiliki suhu yang cukup dingin untuk keberadaan air, yang merupakan syarat utama kehidupan.

"Kami tahu bahwa kedua planet ini mungkin telah bergerak mendekati matahari," kata Dr Fressin pada BBC News. "(Planet yang lebih besar) dulu mungkin merupakan kembaran bumi sebab ukurannya sama dengan bumi dan suhunya juga mungkin sama."


Tempat keras dan berbatu



Salah satu planet itu, yang dinamakan Kepler 20f, berukuran hampir sama dengan bumi. Sedangkan Kepler 20e sedikit lebih kecil dan lebih dekat dengan bintang yang menjadi orbit mereka.

Kedua planet terletak jauh lebih dekat dengan bintang mereka dibandingkan bumi dengan matahari sehingga planet-planet itu memiliki waktu rotasi yang lebih cepat: 20e mengelilingi orbit hanya dalam waktu enam hari, 20f dalam 20 hari sedangkan bumi membutuhkan waktu satu tahun.

Para peneliti mengatakan kedua planet tersebut memiliki permukan berbatu dengan komposisi yang sama seperti bumi.

Dr Fressin mengatakan sepertiga komposisi planet itu mungkin terdiri dari inti besi, seperti bumi. Sisanya mungkin terdiri dari lapisan silikat. Ia juga yakin bahwa planet terluar (Kepler 20f) mungkin telah membentuk atmosfer tebal yang mengandung uap air.

Penemuan ini penting karena ini adalah konfirmasi pertama bahwa planet berukuran sama dan lebih kecil dari bumi ada di luar sistem tata surya kita. Hal ini juga menunjukkan bahwa teleskop antariksa mampu mendeteksi planet-planet kecil di sekeliling bintang yang terletak ribuan tahun cahaya dari bumi.

Hingga saat ini teleskop Kepler telah menemukan 35 planet yang ukurannya lebih besar dari bumi, kecuali 20e dan f.